Jati diri ‘Setan Merah’ Dinilai Masih tetap Tidak Terang

Jati diri ‘Setan Merah’ Dinilai Masih tetap Tidak Terang

Jati diri 'Setan Merah' Dinilai Masih tetap Tidak Terang

Agen Casino Terpercaya, Manchester – Saat masih tetap diakukan Sir Alex Ferguson, Manchester United di kenal juga sebagai tim dengan jati diri British yang kental. Lantas, bagaimanakah saat mereka diakukan Louis van Gaal saat ini? Tersebut yang masih tetap belum di ketahui.

Di tangan Ferguson, United di kenal juga sebagai tim yg tidak cuma tampak menyerang, namun juga determinan. Pada masa 90-an, masa dimana mereka menguasai sepakbola Inggris, scuad United di isi oleh sekumpulan pemain keras kepala serta temperamental ; dua salah satunya yaitu Eric Cantona serta Roy Keane, sesaat sebagian yang lain yaitu pemain-pemain sejenis Gary Pallister serta Peter Schmeichel –yang hampir tak berhenti meneriaki bek-bek di depannya selama pertandingan.

Itu baru dari masalah karakter serta karakteristik tim. Dari masalah style main, Ferguson yaitu penyuka permainan sayap, tak perduli seperti apapun formasi yang dia gunakan. Ferguson yaitu pengagum 4-4-2, tetapi dalam perjalanannya, dia lalu memodifikasi formasinya jadi 4-4-1-1 serta 4-3-3.

Saat paling akhir membawa United kuasai Eropa, yaitu pada 2008, Ferguson memainkan formasi 4-3-3 tanpa ada seseorang penyerang murni. Ketiga pemain depannya saat itu, Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney, serta Carlos Tevez, bergerak cair. Akan tetapi, tetap harus Ferguson masih tetap tak meninggalkan style khas British ; permainan sayap serta umpan-umpan silang masih tetap tampak dari timnya.

Sepeninggal Ronaldo, style main United beralih jadi lebih konvensional. Winger yang dibeli sepeninggal Ronaldo, Antonio Valencia, tidaklah jenis pemain yang bergerak dinamis seperti Ronaldo. Valencia yaitu winger satu dimensi nan classic. Dia seringkali memakai kaki kanannya serta melepas crossing –alih-alih lakukan tusukan atau cutting inside seperti umumnya pemain sayap moderen.

Baca Juga : Beralih Pikiran serta Memperpanjang Kontrak, Dani Alves Mengakui Ikuti Kata Hati

Saat Ferguson pensiun serta penggantinya, David Moyes, tidak berhasil memugar scuad serta permainan United, pekerjaan berat juga jatuh di tangan Van Gaal. Walau telah menggunakan beberapa ratus juta pounds untuk beli pemain, Van Gaal temukan bahwa scuad ‘Setan Merah’ masih tetap minim keseimbangan. Imbasnya, Van Gaal mesti berkompromi memainkan beragam style selama musim 2014/2015.

Tidak seimbangan itu dapat tampak dari minimnya pemain yang dapat jadi holding midfielder. Di United, peran itu digerakkan dengan baik oleh Michael Carrick. Tetapi, saat Carrick tidak hadir disebabkan cedera, lini tengah United juga goyah. Tidak heran bila Van Gaal berkemauan beli gelandang yang dapat memerankan seperti Carrick pada bursa transfer musim panas ini.